Oleh : Muhammad Ighfar Dwi Yahya, Mahasiswa IAIN Palangka Raya.
Secara harfiah, arti circle pertemanan merujuk pada hubungan antara teman-teman yang terbatas (kelompok), dengan tujuan yang sama. Seiring waktu berjalan, ada saatnya di mana kita menjalani hidup tanpa kehadiran teman yang sama. Misalnya, ketika masuk sekolah yang berbeda atau salah satu memutuskan untuk berhenti bekerja. Hasilnya, kita terpaksa menjalani kehidupan masing masing dan otomatis kita harus beradaptasi kembali dalam pergaulan yang baru. Jadi, wajar apabila pergaulan tertentu dapat mempengaruhi sikap dan kepribadian seseorang.
Baca juga : Pentingnya Pendidikan Sebagai Pondasi Diri, Keluarga Dan Negara
Tumbuh dewasa itu menurut banyak orang bisa jadi tidak menyenangkan. Kenapa karena bukan hanya menambah tanggung jawab tapi juga kita harus kehilangan satu hal yaitu teman atau circle jadi semakin dewasa teman dan circle kita pun semakin berkurang, kecuali kalau orang yang bener-bener aktif / sudah menjadi pekerjaannya untuk betemu ke banyak orang, dimana hal tersebut pasti secara tidak langsung menambah relasi atau circle.
Perlunya waktu sendiri. Menjadi dewasa pasti memerlukan kesendirian, kesendirian itu bukan berarti kesepian, artinya kesendirian manusia dewasa adalah hal yang mutlak, kesendirian pada orang dewasa juga bisa didasari untuk hal yang positif contoh : kesendirian untuk menjaga tenaga dan tetap prima ketika sedang bekerja,kuliah atau sebagainya, oleh karena itu orang dewasa lebih butuh waktu untuk beristirahat dari pada menghabiskan waktu bersama rekan rekan.
Hal ini sangat berbeda dengan kesepian dimana kesepian sendiri adalah kita memiliki waktu luang akan tetapi sedikit sekali memiliki hubungan sosial sesama manusia, kesepian adalah salah satu penyebab mental illness yang cukup tinggi di zaman sekarang bahkan bisa juga berpengaruh ke penyakit fisik dari bukan cuma mental tapi juga masalah kesehatan fisik.
Moment bersama rekan-rekan sebenarnya momen penting akan tapi tentu lebih penting adalah circle yang berkualitas dimana circle yang baik (Positif) berdampak langsung akan lebih baik, kepada diri kita sendiri dari pada memiliki circle yang toxic dimana biasanya membuat diri kita lebih meluangkan waktu untuk hal hal yang tidak bermanfaat.
Hal ini lah ternyata yang membuat opini public kepada orang dewasa bahwa kita semakin dewasa semakin susah percaya sama orang lain. Jadi rasa percaya (trust) ke orang baru akan lebih sulit dari pada orang yang sudah kita kenal, namun bukan tidak mungkin bagi orang dewasa menaruh kecurigaan/ketidak percayaan kepada orang yang masih dikenalnya.
Ada beberapa hal yang perlu kita sadari bahwa berteman atau menjalin kasih itu merupakan hak siapa saja untuk mereka pilih kita tidak bisa memaksakan orang ini harus berteman dengan orang lain. Ketika kita berhasil mendapatkan circle pertemanan pastinya tidak ada kata yang sempurna pasti dalam satu circle tersebut ada saja orang yang tidak sejalan dengan pemikiran kita, adu mulut atau berselisih pendapat adalah hal yang biasa dalam sebuah pertemanan justru intensitas tersebut membuat kita lebih kuat dalam ikatan batin maupun emosional kita.


Bagikan