Rabu, 13 Mei 2026

YUNANI: DI GERBANG PARTHENON

YUNANI: DI GERBANG PARTHENON YUNANI: DI GERBANG PARTHENON

Buku ini menceritakan tentang perempuan cantik bernama Blue yang diajak ketiga saudara sepupunya, Alex, Emma, dan Rama untuk berlibur ke Negara Yunani. Awalnya Blue menolak dengan tegas, Blue bukanlah tipe orang yang suka menghabiskan banyak uangnya untuk berlibur, terlebih lagi Yunani sangat jauh dari Indonesia. Meskipun dalam hatinya ia ingin merasakan berlibur dan menikmati indahnya suasana Yunani seperti pada pamflet yang diberikan Alex padanya. Pada akhirnya, dengan berbagai pertimbangan dan bujukan dari ketiga saudaranya, Blue memutuskan untuk ikut berlibur ke Yunani.

Blue memliki seorang saudara kembar laki-laki yang yang telah meninggal beberapa tahun lalu, namanya Red. Atas sepeninggal kakaknya tersebut, Blue sempat mengalami trauma yang berat karena rasa sayangnya pada Red. Sehingga dalam melakukan segala hal, ia harus berhati-hati.

Baca juga : Catatan Juang

Di Yunani, mereka berempat berusaha menghemat pengeluaran sesedikit mungkin. Mereka menginap di rumah Theo, teman Alex yang tinggal di Yunani. Mereka saling kenal saat bertemu ketika mendaki gunung Jayawijaya. Mendaki gunung merupakan hobi keduanya. Theo juga yang menjadi pemandu wisata untuk mereka berempat di Yunani. Theo melakukannya dengan senang hati, bahkan Theo mulai tertarik dengan Blue dan kepribadiannya. Alex yang melihat hal tersebut merasa senang dan mendukung Theo karena sedikit banyak sudah tau Theo merupakan pria yang lembut dan baik untuk sepupu kesayangannya, Blue.

Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Blue jatuh di tangga kuil parthenon  ketika berkunjung ke sana dan tak bangun lagi selama berhari-hari padahal dokter-dokter yang menanganinya memprediksi harusnya blue telah bangun beberapa jam setelah terjatuh. Ketiga saudara sepupunya dan juga Theo sangat khawatir dengan keadaan Blue yang tidak juga sadarkan diri. Alex benar-benar merasa bersalah karena telah memaksa Blue untuk ikut bersamanya ke Yunani. Alex memberitahukan keadaan Blue kepada kedua orang tua Blue, hingga orang tua Blue datang ke Yunani, sementara Alex dan kedua saudaranya harus kembali ke Indonesia walaupun dengan berat hati karena harus meninggalkan Blue. Namun karena harus kembali bekerja mereka harus kembali ke Indonesia.

Sementara itu roh Blue pergi ke suatu tempat, Blue terbangun di tangga kuil Parthenon namun dalam keadaan yang aneh, ia tidak lagi berada di antara reruntuhan bangunan kuil Parthenon, namun ia berada di bangunan utuh parthenon. Ia bahkan tidak lagi menggunakan celana khaki dan kaus lengan panjangnya namun terpasang dengan indah sebuah gaun peplos di tubuhnya. Seorang perempuan paruh baya ditemani perempuan lainnya yang terlihat seperti pelayannya berada di hadapan Blue, membantu Blue bangun dari pingsannya. Ia lebih heran lagi karena ia dapat mengerti apa yang dibicarakan perempuan tersebut yang berbicara dalam bahasa yang aneh, bahkan ketika menjawab perempuan tersebut ia dapat berbicara dengan bahasa yang sama dengannya dengan sangat fasih.

Dengan kebingungan, Blue mencoba berkeliling ke sekitar kuil parthenon untung mencari saudara-saudaranya, namun, bukannya menemukannya, ia malah semakin kebingungan karena orang-orang di sekitarnya menggunakan pakaian yang aneh, seperti pakaian zaman Yunani Kuno. Dan lagi keanehan semakin terasa ketika Blue melihat sebuah patung Dewi Athena yang berdiri dengan megah di sebuah ruangan padahal sebelumnya ia dan saudara-saudaranya tidak melihatnya disana ketika berkunjung ke Kuil Parthenon. Dan Theo bilang patung itu telah hilang beratus tahun lalu dan entah dimana keberadaannya.

Blue pun menyadari satu hal, ia telah terlempar ke dimensi lain, ke masa Yunani Kuno. Blue benar-benar putus asa dengan kenyataan yang baru disadarinya. Beruntung ia bertemu wanita paruh baya yang membantunya tadi, Ione, dan pelayannya, Mesa. Ione merupakan seorang wanita baik hati yang memiliki empat orang anak, Arkhos, Demos, Theone, dan Aeros. Suaminya seorang tentara Yunani yang terhormat yang telah gugur di medan perang. Ione merupakan seorang wanita terhormat di Pallas Athena yang memiliki hati selembut sutra. Ia menawarkan bantuan kepada Blue untuk membantunya mencari saudara-saudaranya, dan menawarkan rumahnya untuk tempat menginap bagi Blue selama belum dapat menemukan saudara-saudaranya. Ia bahkan tidak keberatan jika Blue harus tinggal selamanya di rumahnya. Ia melakukan hal tersebut karena merasa kasihan kepada Blue yang sangat kebingungan dan entah mengapa ia sangat menyayangi Blue seperti anaknya sendiri.

Hari demi hari berlalu, setiap hari, Blue ditemani Ione dan Mesa mencari saudara-saudaranya ke seluruh Athena namun tak juga berhasil menemukannya. Sampai di sini Blue sadar, sangat kecil harapannya agar bisa bertemu mereka kembali. Blue pun sudah ikhlas jika ia harus menghabiskan sisa hidupnya di sini. Beruntung ia bertemu Ione dan keluarganya yang sangat baik dan ramah ma menerima Blue di rumahnya seperti keluarga sendiri.

Bahkan Ione dan anak perempuan satu-satunya, Theone, berniat menjodohkan Blue dengan anak tertuanya, Arkhos. Seorang prajurit angkatan laut di Athena yang terkenal akan kegagahan dan keberaniannya. Keduanya baik Blue maupun Arkhos menunjukkan ketertarikan satu sama lain. Blue tertarik dengan Arkhos karena kegagahannya, ketampanannya, dan kelembutan hatinya. Sedangkan Arkhos sangat menyukai keberanian Blue juga kegigihan Blue untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sementara di dimensi lain, Red, saudara kembar Blue mendengar berita dari roh-roh lain bahwa roh adiknya tersesat ke suatu tempat sehingga ia tidak dapat bangun dari pingsannya. Red yang mulai khawatir datang ke dunia sekarang dan mengunjungi Blue di Yunani, ia mulai mencari Blue di seluruh Kuil Athena bahkan sampai meminta pertolongan seorang teman rohnya untuk membantu mencari saudara kembarnya. Namun tak pernah ketemu. Red juga sering mengunjungi Blue yang terbaring di rumah sakit, ia setiap hari melihat ketulusan hati Theo yang setia menemani Blue, menjaganya, bahkan membacakan buku untuk Blue, selalu mengajaknya bicara, berharap Blue bisa mendengarnya dan bangun. Red dapat merasakan ketulusan hati Theo untuk Blue. Ia percaya pada Theo.

Blue di zaman Yunani kuno hidup cukup bahagia, setiap harinya ia selalu mempelajari hal yang baru mengenai kebudayaan Yunani Kuno. Mulai dari tata cara pengadilan di Yunani Kuno sampai festival-festival olahraga disana. Blue banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak Ione terutama Theone.
Red akhirnya menemukan cara bagaimana ia bisa menemukan Blue. Ia melihat sebuah portal di tangga kuil parthenon yang ternyata merupakan jalan Blue untuk pergi ke masa lampau. Red pun memasuki portal itu, ia berhasil menemukan Blue di sana, namun Blue tidak dapat melihat dan mendengar roh Red. Red pun kembali ke masa sekarang untuk mencari tahu kembali bagaimana cara agar dapat mengembalikan Blue ke tubuh aslinya.

Red kembali lagi menemui Blue untuk mencoba lagi membawanya kembali. Sampai suatu hari, saat Blue dan keluarga Ione sedang berada di Kuil Parthenon untuk melakukan pemujaan dan upacara tradisional. Red melihat kembali portal yang dapat membawa Blue kembali berada di tangga kuil. Red berusaha sekuat tenaga membuat Blue sadar akan kehadirannya dan entah bagaimana tiba-tiba Blue dapat melihat Red. Red menarik Blue mengikutinya menuju portal, mereka menghilang begitu saja. Sementara Ione dan anak-anaknya yang tadi mencoba mengejar Blue tidak dapat mencegahnya. Mereka mencari ke seluruh kuil namun tidak dapat menemukan Blue.

Red menuntun Blue untuk dapat kembali ke tubuhnya, ia berhasil. Blue telah sadar dari pingsannya dan dapat bertemu dengan kedua orang tuanya juga Theo. Arkhos yang sangat terkejut dengan hilangnya Blue secara tiba-tiba. Setiap hari ia mencari Blue kesana-kemari dan berdoa kepada Dewi Athena untuk memberinya petunjuk. Hingga akhirnya Arkhos diberi petunjuk bagaimana ia bisa menemukan Blue.

Blue yang baru saja sadar merasakan perasaan campur aduk antara senang dapat kembali ke asalnya namun juga sedih karena harus berpisah dengan Ionedan anak-anaknya, terutama Arkhos yang telah membuatnya jatuh cinta. Blue mencoba mengelilingi Kuil Parthenon lagi bersama Theo untuk mengenang kembali kenangan-kenangannya bersama Ione dan keluarganya, betapa ia rindu.

Sampai di tangga Kuil Parthenon ia tiba-tiba melihat seseorang yang tiba-tiba muncul, Arkhos. Selang tak lama, muncul Demos di belakang Arkhos. Arkhos dan Demos mengajak Blue agar ikut mereka kembali ke tempat asal Arkhos, namun Theo mencegahnya, bahkan terjadi perkelahian antara Theo dengan Arkhos dan Demos. Sampai akhirnya, seorang penjaga waktu datang untuk membawa Arkhos dan Demos pulang ke asalnya. Arkhos menolak pulang jika tidak bersama Blue, namun penjaga waktu berjanji bahwa ia akan mengantarkan Arkhos kembali menemui Blue setelah Arkhos selesai menjalankan kewajibannya sebagai tentara Yunani dalam Perang Peloponnesia. Arkhos pun setuju dan kembali ke asalnya bersama Demos dan Penjaga Waktu setelah berpamitan dan berjanji pada Blue bahwa ia akan menemui dan menjemput Blue kembali.

Sumber: http://linemard.blogspot.com/2019/09/resensi-novel-yunani-di-gerbang.html

About Us

Kalteng Cerdas adalah media online yang lahir untuk menyajikan berita terkini, inspiratif, dan mudah diakses bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Kami hadir dengan semangat literasi digital, menghadirkan konten berita, artikel, foto, dan video yang informatif sekaligus menghibur.