Rabu, 13 Mei 2026

Dampak Buruk Game Online Terhadap Anak Usia Dini

Muhammad Arif Roziqin Muhammad Arif Roziqin

Oleh : Muhammad Arif Roziqin

Kemajuan teknologi seakan-akan memaksa kita untuk selalu mengikuti perkembanganya. Tawaran demi tawaran serta keunggulan produk-produk yang di tawarkan seolah -olah tiada henti dan terus bertransformasi guna selalu menjadi produk yang unggul dan terdepan. Pada zaman ini kita hidup berdampingan dengan media masa yang sudah melekat bagi diri seseorang dan suslit untuk di tinggalkan. Sudah menjadi hal yang lumrah kita melihat orang dimana – mana yang tidak bisa lepas dengan gadgetnya, bahkan dari bangun tidur hingga tidur lagi selalu bersandingan dengan gadgetnya. Pengaruh teknologi sangat luar biasa, pengguna teknologi kini tidak memandang usia, baik dari orang dewasa, lanjut usia, Bahkan anak kecil sekalipun.

Baca juga : Pekik (BELUM) Merdeka Guru Honorer

Saat ini media sosial seperti youtube, instagram dan juga facebook sudah menggerakan batas minimum usia pengguna yaitu 13 tahun . Berdasarkan salah satu penelitian yang dikutip dari mediaindonesia.com dimana sekitar lebih dari 87% anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun.  Dan ada sekitar 92% anak-anak dari keluarga berpenghasilan di bawah, mengenal media sosial lebih dini lagi.

Media sosial itu sebaiknya memang dikenal anak pada usia minimal 13 tahun, namun ketika pada kenyataannya anak dibawah usia 13 tahun sudah mengenal media sosial, harus dalam pengawasan/pendampingan orang tua. Salah satu risiko penggunaan media sosial yang paling buruk adalah sosialisasi, seorang anak akan lebih senang dengan teman online nya dibanding melakukan sosialisasi secara langsung dengan teman real nya, sehingga sosialisasi anak tidak berkembang karena mereka fokus dengan teman online nya.

Masa anak – anak merupakan masa yang paling menyenangkan, pada masa ini seorang anak bersenang-senang main bersama teman-temanya, seperti main layang-layang,kelereng,lompat tali, dan berbagai macam permainan lainya. Di era modern ini, susah kita dapati anak -anak yang sedang asyik bermain dengan teman-temanya, karena seiring perubahan zaman dan perkembangan teknologi permainan tradisional kini lambat laun mulai di tinggalkan karena di anggap ketinggalan zaman dan kurang modern. Pada saat ini, semua permainan tradisional tergeserkan dengan berbagai macam game online yang sangat mudah di akses asal mempunyai gadget dan kuota internet, tanpa harus keluar rumah berpanas-panasan dan bersusah payah mengumpulkan teman untuk bermain, kini tinggal buka Hp sudah banyak pilihan game online yang bisa di akses dengan berbagai macam game yang menarik dan lebih modern.

 Game online sangat berpengaruh terhadap perilaku anak usia dini, apalagi ketika mereka bermain game terlalu berlebihan, Beberapa anak mengalami masalah kecemasan/mental. Anak usia dini tergolong masih labil dan mudah teradopsi oleh sesuatu baik yang di dengarnya maupun yang di tontonnya, banyak dampak buruk yang ditimbulkan akibat berlebihan dalam bermain game diantarnya : anak akan teradopsi untuk jadi pembunuh karena ia sering bermain game tembak – tembakan, sehingga dalam dunia nyata ia ingin jadi seorang pembunuh bahkan ia bisa saja membunuh orang di sekitarnya jika melawannya. Dampak mental  lainya yaitu mudah berkata kasar, dalam bermain game kata kata kasar sudah menjadi hal lumrah dan dianggap biasa, misalkan mengucapkan kata kata : anjay, anjir, anjing, goblok, bungul dan lain sebagainya. Tanpa disadari, anak akan terbiasa mengucapkan kata kata tersebut, tidak peduli dengan siapapun ia bicara, kata kata tersebut akan mudah keluar dari mulutnya  karena itu sudah menjadi kebiasaan dan telah menghipnotis pikiranya untuk selalu mengucapkannya. dampak lainya adalah boros dalam menggunakan uang, seorang anak rela tidak jajan hanya untuk membeli akun game online, bahkan yang lebih ektrimnya lagi, ada anak yang berani mencuri uang hanya untuk keperluan bermain game online, mereka tidak takut dengan apa yang dilakukan walaupun sebenarnya itu hal yang salah, tapi hal itu tidak berlaku bagi anak yang mentalnya sudah terdoktrin dan kecanduan game online, hingga  menganggap game online sebagai keperluanya sehari-hari dan menghalalkan segala cara agar tetap bisa bermain game online.

Masih banyak dampak buruk lainya dari kecanduan game onlie yang bisa merusak mental anak usia dini, Sudah selayaknya sebagai orang tua agar senantiasa mengawasi kegiatan anaknya dalam menggunakan media sosial, orang tua juga harus bijak dalam memanajemen waktu anaknya dengan memberikan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat seperti : berenang, olahraga, belajar ilmu agama, bela diri, membaca, dan hal hal positif lainya.  Tujuanya agar anak merasa mendapat pengawasan dan perhatian dari orang tuanya. sehingga kondisi mental anak akan tetap terjaga dari pengaruh media sosial yang terkadang lebih banyak dampak negatife daripada positifnya.

 

About Us

Kalteng Cerdas adalah media online yang lahir untuk menyajikan berita terkini, inspiratif, dan mudah diakses bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Kami hadir dengan semangat literasi digital, menghadirkan konten berita, artikel, foto, dan video yang informatif sekaligus menghibur.