Rabu, 13 Mei 2026

Makna Memperingati Hari Ibu pada Tanggal 22 Desember

Muhammad Fakhrul Arifin Muhammad Fakhrul Arifin

Oleh : Muhammad Fakhrul Arifin

Setiap tanggal 22 Desember, kita selalu memperingati hari ibu khususnya di Indonesia. Hari ibu juga bisa dikatakan dengan perjuangan seorang perempuan. Pada tanggal 22 Desember kita diingatkan dengan jasa-jasa dari seorang ibu dalam proses perkembangan kita. Tidak ada anjuran ataupun yang mewajibkan untuk memperingati hari ibu, akan tetapi tidak ada salahnya juga dengan adanya hari ibu ini menjadikan kita ingat dengan ibu kita serta menjadikan rasa cinta dan sayang kepada ibu kita semakin bertambah. Ibu adalah sosok manusia yang paling kuat karena kesabaran dan ketabahannya dalam menghadapi tingkah laku kita sebagai anak. Ibu juga merupakan sosok perempuan yang rela berkorban untuk anaknya agar bisa hidup bahagia. Perjuangan seorang ibu memang kadang sering kita lupakan dikarenakan rasa malu dan gengsi yang sangat tinggi.

Baca juga : Katanya Women Support Women, Apa Iya ?

Tidak sedikit seorang anak yang tega memarahi ibunya bahkan sampai tega mengantarkan ibunya ke panti jompo. Padahal seorang ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Hati seorang perempuan itu sangat lembut bahkan seorang ibu pernah mengatakan hal yang paling menyakitkan baginya bukanlah saat dia melahirkan akan tetapi ialah saat anaknya membentak dia. Betapa terlukanya hati ibu kita disaat sedikit saja kita membentak dia, betapa hancurnya hatinya melihat dan mendengarkan kita saat membentaknya. Padahal kita sering mendengar bahwa syurga itu terletak dibawah kaki seorang ibu. Apakah masih tega kita utuk membentak seorang ibu? Mengucapkan kata ah saja kepada ibu kita itu dilarang oleh Allah apalagi kita sampai membentaknya bahkan sampai memukulnya.

Apakah memperingati hari ibu hanya kita lakukan pada tanggal 22 Desember saja? Apakah hanya pada tanggal itu kita mengagungkan dan memuliakan ibu kita? Kenapa seorang anak kebanyakan hanya mengagungkan ibunya pada tanggal 22 Desember saja? Banyak anak yang memposting di media sosial dengan kalimat selamat hari ibu padahal saat disuruh ini itu oleh ibunya dia tidak mau melakukannya. Hal ini karena sudut pandang dan pola pikir kita yang kritisi serta budaya barat yang mempengaruhi kita, pasalnya budaya ini hadir dari kebiasaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi hak sesuatu yang diperingati dan kebanyakan juga hanya untuk pamer saja di media sosial. Hal seperti ini justru salah dan melenceng dari ajaran islam. Islam sendiri mengajarkan kita untuk memuliakan seorang ibu terlepas dari tanggal tersebut seorang ibu sangat harus dimuliakan. Allah berfirman dalam surah Al-Ahqaf ayat 15 dan surah Luqman ayat 14 yang menjelaskan hak ibu terhadap anaknya yang mana telah mengandung kita dari ukuran terendah 6 bulan dan pada umumnya 9 bulan kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Kebaikan seorang ibu tiga kali lebih besar daripada seorang ayah. Bahkan Nabi Muhammad sendiri pernah berkata bahwa orang yang pertama kali harus kita berbakti ialah Ibu. Kalimat ibu ini bahkan sampai diulang Nabi sebanyak tiga kali yang mana menandakan kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu itu harus tiga kali lipat besarnya dibanding ayah.

Bayangkan betapa susahnya seorang ibu yang selalu membawa kita kemana-mana dalam perutnya. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya sendiri. Dia juga telah menyusuimu dan dia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dia cuci kotoranmu dengan tangannya sendiri, tidak pernah terlintas dipikirannya kata jijik atau jorok. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia rela tidak makan agar anaknya bisa makan dengan enak. Dia telah memberi kamu semua kebaikan dan apabila kamu sedang sakit, dia rela mengeluarkan hartanya hanya untuk kesembuhanmu. Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka pastinya dia akan memilih kematiannya dan meminta supaya kamu agar tetap hidup dengan keadaan sehat.

Betapa banyak kebaikan dari seorang ibu, dia selalu mendoakan kita baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan tidak lain agar anaknya menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Memperingati hari ibu sangat tidak cukup untuk membalas kebaikannya bahkan seisi dunia ini tidak dapat membalas jasa dari seorang ibu. Tak memerlukan sebuah hari dimana kita harus menghormati dan berbakti kepada ibu kita. Setiap hari kita diharuskan dan diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua kita khususnya ibu kita.

Jika kamu melihat seorang laki-laki yang melakukan apa saja demi seorang wanita, maka ketahuilah bahwa ia benar-benar mencintainya. Dan jika kamu melihat seorang wanita yang rela melakukan apa saja demi seorang laki-laki, maka ketahuilah bahwa wanita itu adalah IBUNYA.

About Us

Kalteng Cerdas adalah media online yang lahir untuk menyajikan berita terkini, inspiratif, dan mudah diakses bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Kami hadir dengan semangat literasi digital, menghadirkan konten berita, artikel, foto, dan video yang informatif sekaligus menghibur.